MAKALAH PT TASPEN
  








Disusun Oleh :
Nama : Chynthia Hidayat
 NPM : 1721200039
Kelas : MJ2A
Dosen : Charisma Ayu Pramuditha, M.HRM







Sekolah Tinggi  Ilmu Ekonomi
Multi Data Palembang
TERAKREDITASI BAN-PT
2018

Kata Pengantar
            Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Penulis panjatkan puji dan syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada Penulis , sehingga Penulis dapat menyelesaikan makalah Perilaku Dalam Organisasi ini.
            Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai situs Online  sehingga dapat mempelancar pembuatan makalah ini.
            Makalah ini berisikan tentang PT.TASPEN”.
            Dan penulis harapkan semoga makalah ini dapat menambah pengalaman dan pengetahuan bagi para pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi menjadi lebih baik lagi.
            Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman penulis, penulis yakin dan menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Palembang,  29 April 2018



Chynthia Hidayat
           

Daftar Isi

Daftar isi :
Kata Pengantar.....................................................................................................................  i
Daftar Isi ............................................................................................................................... ii
Bab 1 PENDAHULUAN ...................................................................................................... 1
1.1  Latar Belakang .......................................................................................................... 1
Bab II  ............................................................................................................................... 2
2.1 RUMUSAN MASALAH…………………… .................................................................................. 2
2.2 TUJUAN PENULIS……………………………………………….............................................................. 3
BAB 3 ISI
3.1 PRASYARATAN PENSIUN PNS……………………………................................................................. 4
3.2 SOLUSI PEMECAHAN MASALAH........................................................................................... 4
3.3 Contoh Kasus dan Penyelesaiannya..................................................................................... 5
BAB III PENUTUP ...................................................................................................................... 6
3.1  KesImpulan ....................................................................................................................... 6
3.2  Saran ................................................................................................................................ 6
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………………………………………… 7


ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang :
Situasi perekonomian yang dewasa ini berkembang sangat pesat. Terlebih lagi pada masa globalisasi sekarang di mana perubahan pelayanan dan arus informasi yang sangat cepat mendorong timbulnya laju persaingan dalam dunia usaha sehingga masyarakatakan semakin kritis dan menyeleksi sistem informasi – informasi yang mereka terima, hal ini memaksa perusahaan untuk lebih tanggap terhadap perubahan pasar yang sangat pesat dan semakin dinamis. Sehingga perusahaan harus melakukan analisis yang tepat mengenai peluang yang ada harus dioptimalkan dan juga jeli terhadap tantangan – tantangan yang akan di hadapipada saat sekarang dan yang akan datang.
Salah satunya badan usaha dinegri kita adalah BUMN, Badan Usaha Milik Negara(BUMN)baik pusat maupun (BUMD)Badan Usaha Milik Daerah BUMN merupakan salah satu ujung tombak perekonomian nasional yang harus berorientasi memberikanpelayanan kepada publik bukan semata-mata mencari keuntungan, dengan kata lain kepuasan pelanggan harus menjadi tujuan BUMN, saat ini BUMN hampir mencakup ke seluruh sektor bisnis. Salah satu bidang usaha yang mengalami perkembangan cukup pesat adalah pada perusahaan yang menyediakan jasa pelayanan, Badan Usaha Milik Negara(BUMN) yang berorientasi pada pelayanan pusat adalah PT.TASPEN (Persero), yang mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk mengelola Tabungan Hari Tua(THT) dan pensiun bagi Pegawai Negeri Sipil
 PNS). Memberikan pelayanan pada pensiunan, dalam hal ini yaitu peserta TASPEN merupakan suatu bentuk pelayanan yang menuntut perhatian dan ciri tersendiri. Mengingat pensiunan adalah mereka yang diberikan penghargaan olehpemerintah karena telah berjasa selama tahun-tahun kepada negara, sebagai mana tercantum di dalam Undang-undang nomor 11tahun 1969, sebagai berikut:“Pensiun pegawai negeri, Janda / Duda / Yatim Piatu di jaminan hari tua dan sebagai
penghargaan atas jasa-jasa Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah bertahun-tahun mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara.
Walaupun PT.TASPEN ( Persero) sebagai perpanjangan tangan pemerintah yang memegang pengelolaan dana pensiun PNS dengan legalitas hukum ( UUD No 11 Tahun 1969) sehingga terkesan monopolistik bukan berarti sistem pelayanan dan kepuasan pelanggan tidak menjadi hal yang krusial dalam penyelenggaraan kegiatan operasional perusahaan, apalagi saat ini pelayanan publik mendapat sorotan baik dari pemerintah maupun dari masyarakat. oleh karena itu PT TASPEN ( Persero) melakukan berbagai transformasi, yang meliputi transformasi bisnis, transformasi SDM dan transformasi infrastruktur. PT. Taspen ( Persero) memiliki beberapa kantor cabang yang tersebar di berbagai kota besar yang ada di Indonesia, salah satunya di wilayah Jawa Barat yaitu Kantor Cabang Utama (KCU) Kota Bandung yaitu yang bertempat di Jl. PHH Mustofa No.78. PT.TASPEN (Persero) KCU Bandung.
 Salah satu pelayanan yang di berikan oleh PT.TASPEN (Persero) KCU Bandung adalah pelayanan untuk pelaksanan pengajuan SPP (Surat Perintah Pembayaran) klaim pensiun. Berdasarkan pengamatan penulis terdapat masalah-masalah dan hambatan pada pengajuan prosedur SPP klaim, antara lain terjadi penumpukan berkas yang dapat memperlambat proses pengajuan SPP klaim sehingga tidak sesuadengan waktu yang telah di tetapkan untuk proses tersebut. Berdasarkan hal-hal tersebut penulis tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai

“Tinjauanpelaksanan prosedur pengajuan SPP (Surat Perintah Pembayaran) Klaim pensiun dan masalah yang di hadapi oleh PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Utama Bandung”


1
BAB II
PERMASALAHAN

II.1 Rumusan Masalah

Bertitik tolak uraian latar belakang penelitian di atas, maka penelitian ini di arahkan pada identifikasi masalah sebagai berikut:

1.      Bagaimana pelaksanaan prosedur pengajuan SPP (Surat Perintah Pembayaran) klaim pada PT.TASPEN (Persero) Kantor Cabang Utama Bandung?
2.      Masalah-masalah apa saja yang di hadapi dalam pelaksanaan pengajuan SPP (Surat PerintahPembayaran) klaim pada PT.TASPEN (Persero) Kantor Cabang Utama Bandung?
3.      Bagaimana solusi dalam memecahkan masalah-masalah yang di hadapi dalam pengajuan SPP (Surat PerintahPembayaran )klaim pada PT.TASPEN (Persero) Kantor Cabang Utama Bandung?

II.2 Maksud dan tujuan penulisan

Maksud di lakukannya kerja praktik ini adalah untuk mengumpulkan data, mengolah, menganalisis dan menginterpretasikannya. Hasilnya akan di susun dan di gunakan sebagai bahan laporan tugas akhir. Yang akan di ajukan sebagai salah satu syarat dalam menempuh ujian sidang akhir pendidikan Diploma III. Universitas Widyatama.
Sedangkan tujuan dari kerja praktik adalah :
1.      Mengetahui pelaksanaan pengajuan prosedur SPP (Surat Perintah Pembayaran) klaim pada PT.TASPEN (Persero) Kantor Cabang Utama Bandung.
2.      Mengetahui Masalah-masalah apa saja yang di hadapi dalam pelaksanaan pengajuan SPP (Surat PerintahPembayaran) klaim pada PT.TASPEN (Persero) Kantor Cabang Utama Bandung.
3.      Mengetahui solusi dalam memecahkan masalah-masalah yang di hadapi dalam pengajuan SPP (Surat PerintahPembayaran) klaim pada PT.TASPEN (Persero) Kantor Cabang Utama Bandung








BAB III
PEMBAHASAN

III.1. .Bagaimana pelaksanaan prosedur pengajuan SPP (Surat Perintah Pembayaran) klaim pada PT TASPEN (PERSERO) Kantor cabang utama Palembang ?

Peserta harus menyerahkan kelengkapan berkas yang sudah di tetapkan oleh PT TASPEN (PERSERO)
Berkas yang harus disiapkan oleh peserta antara lain :

Persyaratan Pensiun PNS Pertama:
1.      Formulir SP4 A + 1 lembar foto copy nya yang telah diisi dan di tanda tangani pemohon
2.      Asli + foto copy SK Pensiun berpasfoto 2 Lembar
3.      Tembusan SK Pensiun berpasfoto untuk PT. Taspen (Persero)
4.      SKPP Asli + lembar kedua yang diterbitkan oleh KPPN/Pemda + 1 Lembar foto copy
5.      Foto copy SK pengangkatan Pertama /Calon pegawai 2 lembar
6.      Foto copy Kartu Pegawai (Karpeg) + Kartu Peserta Taspen (KPT) masing masing 2 lembar
7.      Asli + 1 Lembar foto copy surat keterangan Sekolah/kuliah yang masih berlaku ( tahun ajaran terakhir) bagi anak tertunjang yang umurnya 21 -25 tahun dan Surat keterangan belum pernah menikah dan belum bekerja disahkan serendah rendahnya Lurah/ Kepala Desa + 1 lembar foto copy
8.      Apabila pensiun bulanan dibayar melalui bank, melampirkan :
·         Foto copy buku rekening bank sebanyak 2 lembar ( untuk kantor bayar pensiun ditunjuk beberapa kantor bayar yaitu BRI, BPD, BTPN, Kantor Pos,)
·         Formulir SP3 R + 1 Lembar foto copy nya
9.      Pasfoto terbaru pemohon ukuran 3 x 4 cm sebanyak 3 lembar
10.  Pasfoto terbaru suami/isteri pemohon ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar
11.  Foto copy KTP Pemohon yang masih berlaku 2 lembar
12.  Foto copy NPWP sebanyak 2 lembar
13.  Apabila :
·         Suami/isteri pemohon adalah PNS, melampirkan fotocopy daftar gaji terakhir suami/istri 2 lembar
·         Suami/Isteri pemohon adalah Pensiunan, melampirkan foto copy Kartu Identitas Pensiun ( KARIP) sebanyak 2 lembar
Catatan :
Bagi pegawai Depag yang berlatar belakang pendidikan Ujian Guru Agama (UGA) agar membawa Asli Surat Keputusan Inpassing gaji tahun 1968 ( PGPS 1968) dari Kepala Inspeksi Pendidikan Agama/Pejabat yang berwenang
Catatan :
3

·  Pada saat Pembayaran Pensiun Pertama wajib membawa Asli : SK Pensiun berpasphoto, KTP
·       Mohon berkas di pisah menjadi 2 (dua) bagian
·       Alamat mohon diisi dengan lengkap + nomor telepon/HP

III..2 Masalah-masalah apa saja yang di hadapi dalam pelaksanaan pengajuan SPP (Surat PerintahPembayaran) klaim pada PT.TASPEN (Persero) Kantor Cabang Utama Bandung?

1.      peserta tidak membawa persyaratan kelengkapan.
2.      kurangnya kedisiplinan karyawan sehingga terjadi penumpukan berkas
3.      adanya penumpukan antrian di petugas kasir pada saat pembayaran


III.3 Bagaimana solusi dalam memecahkan masalah-masalah yang di hadapi dalam pengajuan SPP (Surat PerintahPembayaran )klaim pada PT.TASPEN (Persero) Kantor Cabang Utama Bandung?

1.       bagian Customer service harus mengantisipasi dan memberi tahu pada peserta perlengkapan apa saja yang di butuhkan agar pada saat berkas di serahkan pada petugas berikutnya tidak ada kekurangan kelengkapan yang di butuhkan.
2.      memberikan sanksi-sanksi yang berat pada karyawan yang lalai pada pekerjaannya agar jera dan tidak mengulangi kesalahannya
3.       kurangnya uang yang akan di bayarkan sehingga pada bagian petugas kasir terjadi penumpukan antrian hal tersebut harus bisa di antisipasi oleh petugas kasir apabila uang yang akan di bayarkan sudah menipis sebaiknya petugas kasir 1 jam sebelum harus segera menghubungi pihak Bank agar para peserta menerima pembayaran tepat pada waktunya, dan secara tidak langsung meningkatkan citra kualitas pelayanan pada PT.TASPEN (Persero) KCU Bandung.

4

Contoh KASUS PT.TASPEN dan PENYELESAIANNYA
Taspen Bawa Uang Rp 5 Triliun untuk Borong Saham & Surat Utang
Usai PT Jamsostek (Persero) mengguyur pasar modal Indonesia, kini giliran perusahaan asuransi pelat merah lain yang bakal menggelontorkan uang triliunan rupiah di pasar surat utang Indonesia. PT Taspen (Persero) mengaku perusahaan telah menyediakan dana setidaknya Rp 5 triliun untuk masuk ke pasar obligasi, Surat Utang Negara (SUN), dan saham.

Anggaran tersebut disiapkan perusahaan melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus melemah beberapa hari terakhir. 

"Kami mempersiapkan sejumlah dana semacam standby kalau diperlukan kita bisa ikut turun di market," ungkap Direktur Utama PT Taspen, Iqbal Latanro saat ditemui wartawan dalam Halal Bihalal IBI Perbanas di JW Mariot, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (21/2013).

Iqbal mengakui, pemerintah hingga saat ini memang belum mengeluarkan perintah kepada perusahaan untuk masuk ke pasar keuangan. Namun Taspen melihat adanya kemungkinan pemerintah untuk menginstruksikan hal tersebut.

"Tidak ada permintaan pemerintah, cuma kita lihat ada ekses kesitu,"tegasnya.

Hingga saat ini Taspen melaporkan memiliki dana kelolaan skeitar Rp 90 triliun. Selama ini Taspen mengaku egmenjadi menginvestasikan dananya untuk investasi jangka panjang.


"Kami kan pemain jangka panjang, jadi kita lihat ini kan gelombang jangka pendek," kata Iqbal yang yakin pasar modal Indonesia akan semakin berkembang dalam periode jangka panjang. (Yas/Shd)

PENYELESAIAN : Sebaiknya pemerintah juga harus cepat ikut serta dalam membantu menyelesaikan permasalahan tentang keuangan tersebut agar perusahaan nantinya akan masuk ke pasar keuangan sehingga nantinya akan dapat berjalan dengan baik dan lancar.


  
5
BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN DAN SARAN

IV.1 KESIMPULAN
            Pengajuan SPP (Surat Perintah Pembayaran) klaim peserta pensiun PT TASPEN (PERSERO) harus melengkapi syarat pemberkasan yang sudah ditetapkan agar tidak timpulnya masalah saat pengajuan. Begitupula dari pihak pegawai harus cekatan dan sigap dalam melayani peserta pensiun agak tidak terjadi penumpukan berkas sehingga menghambat pembayaran.

IV.2 SARAN
            Dari hasil penulisan diatas penulis memiliki beberapa saran yang mudah-mudahan berguna untuk kemajuan perusahaan kedepannya
1.      PT TASPEN (PERSERO) harus menyediakan loket pelayanan informasi untuk peserta pensiun sehingga peserta pensiun dapat menerima info dengan sejelas-jelasnya
2.      PT TASPEN (PERSERO) harus menambah staf yang melayani pada bagian kasir agak tidak terjadi penumpukian berkas.

















6

DAFTAR PUSTAKA
1. http://www.taspen.co.id
6. https://www.liputan6.com/bisnis/read/671222/taspen-bawa-uang-rp-5-triliun-untuk-borong-saham-amp-surat-utang


Komentar